PEMBUATAN TEMPE KEDELEI
Tempe
merupakan makanan tradisional sebagian besar masyarakat Indonesia, namun
diketahui bahwasannya tempe telah menyebar keseluruh penjuru dunia. Ketersediaan
asam amino, asam lemak yang bersifat esensial bagi tubuh jauh lebih baik jika
dibandingkan dengan olahan kedelai yang tidak mengalami proses fermentasi. Proses
pembuatan tempe yang menggunakan bahan baku utama yang sama, yaitu kedelai
boleh dibilang lebih sederhana. Namun proses pembuatan tempe ini memakan waktu
yang lebih lama daripada membuat tahu. Lamanya waktu pembuatan tempe ini
disebabkan karena adanya tahapan fermentasi yang memakan waktu hingga 2 hari.
Untuk
memperoleh tempe yang berkualitas baik, maka kedelai yang digunakan juga harus
yang berkualitas baik dan tidak tercampur dengan biji-bijian yang lain, seperti
jagung, kacang hijau dan biji-bijian lainnya. Selain itu, prosedur pengolahan
harus dilakukan dengan cermat. Proses pembuatan tempe pada dasarnya adalah
proses menumbuhkan spora jamur tempe, yaitu Rhizopus sp pada biji kedelai.
Dalam
pertumbuhannya, Rhizopus sp. membentuk benang-benang yang disebut sebagai
benang hifa. Benang-benang hifa ini mengikatkan biji kedalai yang satu dengan
biji kedelai lainnya, sehingga biji-biji kedelai ini membentuk suatu massa yang
kompak. Massa kedelai inilah yang selanjutnya disebut sebagai tempe.
Cara Membuat Tempe Kedelai
A. Bahan- bahan
:
1.
Kedelai
2.
ragi
3.
air
4.
plastik/ daun pisang/ daun jati
5 lilin
B. Alat-alat :
1.
baskom
2.
kukusan/ panci
3.
kompor gas
4.
ember
5.
gayung
6.
sendok nasi
7.
tampah
8.
pisau
C. Langkah-
langkah :
1)
Proses sortasi, yaitu pembersihan kedelai kering dari
bebatuan, biji jagung, ranting, dan lain sebagainya. Proses ini penting karena
jika masih terdapat sampah-sampah akan mengganggu hasil akhir dari tempe.
2) Proses
perendaman. Proses ini berlangsung selama 22-24 jam setelah proses sortasi.
3) Proses
pengupasan. Proses ini adalah proses pengupasan kulit kedelai dari bijinya.
kedelai yang telah direndam selama sehari akan
menyebabkan kulit kedelai tersebut lebih mudah untuk dilepaskan. proses ini
dapat dilakukan dengan tangan atau dengan mesin pengupas kulit. Dahulu proses
ini dilakukan dengan cara menginjakkan kaki ke atas kedelai, tujuannya sama
yaitu untuk mengupas kulit kedelai. itulah yang mendasari presiden pertama kita
sempat mengatakan agar "kita jangan sampai menjadi bangsa tempe".
4) Proses
pencucian. Proses ini dilakukan untuk memisahkan kulit kedelai yang telah lepas
tadi dengan kedelai. proses ini harus dilakukan dengan baik, karena kulit
kedelai yang terlepas tersebut jika juga dijadikan tempe, akan mempengaruhi
rasa dan tekstur tempe.
5) Proses pengukusan. Proses ini dilakukan dengan menggunakan air mendidih selama lebih kurang 10 menit.
Tujuan dari proses ini adalah agar kedelai yang dihasilkan lebih lunak.
6) Proses
penirisan dan pendinginan. Proses ini
dilakukan untuk mengeringkan biji kedelai dari air hasil pengukusan Jika kedelai masih dalam kondisi basah tetap diragi, kedelai yang
dihasilkan akan tidak maksimal, dimana struktur tempe akan menjadi lunak dan
hancur, serta jaringan misel (yg berwarna putih pada tempe) akan sedikit
terbentuk. Tempe dengan kualitas yang baik adalah tempe dengan banyak terdapat
jaringan putih tersebut sehingga struktur tempenya jadi lebih kompak. proses
ini dapat pula dilakukan dengan menggunakan bantuan kipas angin. proses ini
dilakukan sekitar 1-2 jam.
7) Proses
peragian. Ragi yang digunakan sebanyak 1-2 gr/kg kedelai kering. Artinya adalah
jika membuat 1 kg kedelai kering, kita bisa menambahkan 1-2 gr, Proses ini
harus dilakukan secara merata dengan cara diaduk dengan baik.
8) Proses Pembungkusan. Pembungkusan dapat menggunakan daun pisang atau dengan
plastik PE (polietilen) yang tebal, setelah
kedelai dimasukkan ke dalam plastik kemudian lubangi plastik tersebut
menggunakan pisau atau sendok garpu. Dan untuk menutup plastik bisa menggunakan
api.
9) Proses
pemeraman (fermentasi). Kedelai yang telah dibungkus tadi terlebih dahulu harus
dicetak agar hasil tempe yang dihasilkan lebih rapi, baik berbentuk bulat
maupun persegi. Kedelai yang telah dibungkus disusun dengan rapi pada rak
fermentasi. proses ini berlangsung selama 44-48 jam.
Yang perlu
diperhatikan :
1)
Perhatikan kebersihan tempat kerja dan kebersihan
peralatan kerja akan meningkatkan kualitas tempe yang dihasilkan.
2) Suhu ruang
yang lebih hangat mempercepat proses fermentasi jamur pada tempe.
Daftar
pustaka
http://mursyid1987.blogspot.co.id/2013/10/proses-pembuatan-tempe-yang-baik-dan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar